Yukternak.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

JENIS DAN FUNGSI MODEL TANGKRINGAN BURUNG

Ekormurai
JENIS DAN FUNGSI MODEL TANGKRINGAN BURUNG
Burung adalah salah satu hewan yang memiliki daya tarik tersendiri bagi manusia. Selain keindahan bulunya dan suaranya yang merdu, burung juga memiliki peran penting dalam ekosistem alam. Namun, seringkali manusia tidak menyadari bahwa burung juga dapat merusak lingkungan dan tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan tangkringan burung dapat menjadi solusi yang efektif. Namun, sebelum memilih tangkringan burung yang tepat, perlu diketahui jenis dan fungsi model tangkringan burung terlebih dahulu. Berikut merupakan informasi lengkap mengenai jenis dan fungsi model tangkringan burung.

JENIS DAN FUNGSI MODEL TANGKRINGAN BURUNG

JENIS DAN FUNGSI MODEL TANGKRINGAN BURUNG

Tangkringan dan sangkar burung memiliki beragam bentuk. Semua itu dibuat sesuai tujuan dan jenis burungnya.

Berikut ini beberapa gambar sangkar dan tangkringan di dalamnya, serta apa manfaatnya:

Gambar A adalah sangkar bulat dengan diameter beragam, mulai 40 sampai dengan 60 cm atau lebih. Tangkringan model itu digunakan untuk burung berekor panjang (murai batu misalnya), dengan tujuan agar ekor MB tidak rusak ketika MB tidur. MB tidur biasanya mencari tangkringan tertinggi dan mepet di ujung tangkringan. Dengan tangkringan model itu, maka ekor burung tidak menempel sangkar.

Sama fungsinya dengan Gambar A adalah sangkar Gambar C. Hanya saja ini menggunakan tangkringan model “T”. Kalau Gambar A, tangkringan bagian atas dihubungkan ke sangkar/kerangka sangkar dengan kawat (biasanya kuningan agar tidak mudah berkarat).

Sedangkan sangkar Gambar B menggunakan tangkringan model susun silang. Tangkringan ini berisiko merusakkan ekor burung ketika tidur. Tangkringan model ini biasanya digunakan untuk MB yang kalau sedang tarung bergaya geser kanan-kiri tubuh. Kalau MB model tarung seperti itu diberi tangkringan model T, dia akan banyak naik turun dari tangkringan kepala “T” ke tangkringan panjang (tempat dudukan tangkringan “T”).

Sangkar Gambar D digunakan untuk sangkar harian burung2 kcil seperti kenari ciblek dan lain-lain. Tetapi tangkringan model ini tidak disarankan karena ekor burung mudah rusak.

Sangkar Gambar E biasanya untuk kenari, kacer dan sebagainya. Tangkringan model ini ditujukan untuk burung yang berdasar gayanya sering bermain naik-turun dari satu tangkringan bawah ke tangkringan atas dan sebaliknya.

Gambar sangkar F dan G juga mempunyai fungsi yang hampir sama dengan sangkar Gambar E.

Sedangkan sangkar Gambar H mempunyai fungsi yang sama dengan sangkar Gambar A yakni agar ekor burung tidak rusak karena menempel jeruji sangkar. Ini biasanya digunakan untuk tangkringan Anis Merah atau Anis Kembang. Sedangkan sangkar Gambar I biasanya untuk pentet, kenari, atau sulingan yang suka nangkring di tempat sempit. Tetapi tangkringan model ini tidak dianjurkan untuk digunakan.

Masih banyak lagi model sangkar dan tangkringannya, tetapi sementara saya sampaikan itu dulu yakni model tangkringan yang umumnya dipakai para penghobi burung.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa model tangkringan burung memiliki beragam jenis dan fungsi yang berbeda. Setiap jenis tangkringan memiliki keunikan tersendiri dan dipilih sesuai dengan kebutuhan dan jenis burung yang akan ditangkringkan. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan tangkringan burung haruslah sesuai dengan aturan dan tidak merugikan burung itu sendiri ataupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pemilihan dan penggunaan tangkringan burung yang cerdas dan aman sangat dianjurkan.

Cari tahu tentang berbagai macam informasi tentang burung murai dan lainnya di ekormurai.com

Posting Komentar untuk "JENIS DAN FUNGSI MODEL TANGKRINGAN BURUNG"